sumber gambar: http://www.legendsofkansas.com/nekoma.html
Bayu adalah lelaki berusia 30-an tahun. Suatu siang, di sebuah jalan kompleks perumahan yang terlihat sepi, dia berdiri sendiri menunggu sesuatu. Tidak lama, sebuah bus sekolah usang datang menghampiri. Dia menaiki bus itu, lalu duduk di sebelah seorang pria.
Bus itu sendiri dipenuhi pasangan berusia 30 sampai 40 tahun. Ada juga yang sendiri, seperti Bayu. Malik, yang duduk di sebelah bayu adalah contohnya. Tidak lama, ponsel genggam bayu berdering. Ternyata mantan istrinya. Cuma berpesan agar hati-hati. Setelah selesai menerima telepon, dia memandangi foto wallpaper ponselnya. Foto seorang anak laki-laki berusia sekitar 7 tahun.
Malik rupanya memergoki foto wallpaper di ponsel Bayu. Tidak lama kemudian mereka pun saling bercerita tentang anak masing-masing. Namun mereka tidak bercerita dengan nada bersemangat. Lebih mirip menceritakan pengalaman sedih, walaupun Bayu bercerita tentang bagaimana ia senang mengajak Dimas, anaknya, bergulingan di rumput hijau di halaman depan rumah mereka.
Ketika bis melewati sebuah bangunan bekas pabrik, seketika banyak orang berdiri dari tempat duduk mereka. Sebagian memaki. Sebagian bahkan menangis. Malik mengumpat tentang bagaimana peristiwa dulu hanya dianggap bencana alam, dan perusahaan tidak mendapatkan hukuman dari pemerintah. Dia juga memaki perusahaan itu. Menurutnya harus ada sistem yang bisa mencegah kaburnya hewan percobaan. Bayu Cuma diam.
Tidak lama, bus sampai ke tujuan. Sebuah gedung sekolah yang terlihat usang. Warna warni dan wahana permainan masih tampak, namun terlihat berdebu, berkarat dan tak terawat. Para penumpang bis turun, dan bel berbunyi.
Sesaat setelah bel berbunyi, sebuah pagar kawat muncul dari arah samping. Memisahkan area kelas dengan areal parkir tempat para orang tua turun dari bus. Petugas keamanan berseragam terlihat bersiaga. Tak lama kemudian, pintu kelas terbuka secara bersamaan. Lalu keluarlah anak-anak SD, yang telah berubah menjadi zombie. Melihat orangtua mereka, mereka berlarian ke arah kawat. Dengan niat memangsa. Sampai di kawat, mereka memukul-mukul dengan liar. Berteriak dan mengamuk. Para orang tua hanya bisa melihat dari balik pagar dengan perasaan ngeri. Sebagian kembali ke bus. Sebagian mulai mencari anak mereka, lalu mencoba berkomunikasi. Yang diajak berkomunikasi hanya meraung, memamerkan taring, dan memuncratkan liur. Bayu hanya diam berdiri di dekat bis, tidak merasa melihat Dimas, anaknya. Ia lalu melihat ke arah sebuah ruangan, dengan pintu bertulisan “keep out, security staff only”.
Salah seorang zombie anak lelaki tampak belum keluar dari ruang kelas. Dia tampak memperhatikan layar televisi besar yg dipasang di depan kelas. Tv itu menayangkan adegan seorang ayah dengan akrabnya memeluk anak lelakinya. Sebuah tulisan besar muncul: orang tua. Tidak lama ibu dan adik perempuan masuk ke frame. Tulisan lain muncul: keluarga.
Di luar ruang kelas, Bayu berhasil menemukan jalan untuk menyusup ke dalam pagar. Para zombie kecil yang menyadari hal ini berlari ke arah Bayu. Petugas keamanan mengantisipasi dengan menutup pagar otomatis ke dua, yang menghalangi bayu dengan para zombie kecil. Namun karena jalannya pagar tidak cukup cepat, seorang zombie kecil berhasil lolos. Riska! Begitu teriak Malik dari luar pagar. Riska berjalan ke arah Bayu dengan tatapan lapar dan bengis. Sementara itu seorang zombie kecil lain, Dimas, keluar dari ruangan kelas, melihat ayahnya dihampiri seorang zombie kecil.

semoga menaaang!!
BalasHapuskenapa blognya mirip...
karena kita sama acak-acakan mungkin :D